TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara terus mendukung upaya pemerataan akses pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satu langkahnya adalah mempromosikan dan mensosialisasikan Aplikasi Rumah Pendidikan, platform yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk memperkuat ekosistem belajar nasional.
Kepala UPTD TIKP Disdikbud Kaltara, Khairunnisa Maharani, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat di daerah, termasuk di wilayah perbatasan, dapat mengenal dan memanfaatkan platform tersebut.
“Kita promosikan ke masyarakat bahwa pendidikan bisa merata ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Kaltara,” ujarnya.
Aplikasi Rumah Pendidikan memiliki delapan ruang utama yang dirancang untuk menjangkau seluruh unsur dalam dunia pendidikan, yakni Ruang GTK, Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik, dan Ruang Orang Tua. Masing-masing ruang menghadirkan fungsi berbeda—mulai dari sarana berbagi informasi dan pembelajaran, hingga wadah kolaborasi antarpendidik, orang tua, dan masyarakat.
Menurut Khairunnisa, platform ini merupakan salah satu inovasi Kemendikdasmen RI dalam memperkuat transformasi digital di bidang pendidikan. Dengan adanya delapan ruang tersebut, seluruh pihak dapat berinteraksi secara lebih terbuka dan efisien.
“Melalui aplikasi ini, kita ingin menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau siapa pun, di mana pun,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Disdikbud Kaltara turut memperkenalkan aplikasi ini kepada masyarakat luas melalui berbagai kegiatan publik, salah satunya di Folk Carnival Benuanta Fest 2k25. .
Upaya Disdikbud Kaltara ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.










