Dugaan Diskriminasi Lapas Tarakan Viral, Muhammadiyah Kaltara Angkat Bicara

LBH Muhammadiyah Kaltara akan lakukan Audiensi

banner 728x90

TARAKAN – Tak hanya pihak keluarga, dugaan diskriminasi yang dilakukan Lapas Kelas IIA Tarakan terhadap terpidana Arief Hidayat kini semakin vira, bahkan hal itu membuat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara, Syamsi Sarman, angkat bicara.

Syamsi Sarman menyampaikan bahwa Muhammadiyah Kalimantan Utara memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, mengingat Arief Hidayat merupakan warga Muhammadiyah.

banner 728x90

Meski demikian, pihaknya memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak ingin masuk ke dalam substansi perkara sebelum memperoleh informasi secara langsung dari pihak-pihak yang berwenang.

“Saya tidak ingin berpolemik di media. Kami ingin mendapatkan penjelasan secara langsung dan utuh dari pejabat yang memiliki kewenangan,” ujar Syamsi Sarman, Minggu (1/2/26).

Ia menjelaskan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara berencana mengajukan surat permohonan audiensi kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan Kepala Kejaksaan Tarakan dalam waktu dekat.

Audiensi tersebut dimaksudkan sebagai forum klarifikasi untuk memperoleh keterangan resmi terkait persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Syamsi, langkah ini ditempuh agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik yang berpotensi menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Muhammadiyah, kata dia, lebih mengedepankan dialog, silaturahmi, dan komunikasi yang konstruktif.

“Insyaallah kami akan didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum Muhammadiyah. Kami ingin berdiskusi dan bersilaturahmi agar persoalan ini bisa menjadi jelas,” katanya.

Ia berharap melalui audiensi tersebut dapat terbangun komunikasi yang lebih baik antara semua pihak, sehingga informasi yang diperoleh bersifat objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan komunikasi yang baik, kami berharap ada kejelasan dan pemahaman yang utuh terkait persoalan ini,” tutup Syamsi Sarman.

banner 728x90
Baca Juga:  Diduga Diskriminatif, Lapas Kelas II-A Tarakan Dilaporkan ke DPR dan Ombudsman

Selengkapnya