Cari Sumber Air Baru, ESDM Kaltara Tegaskan Pentingnya Kajian Geolistrik

banner 728x90

TANJUNG SELOR – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan perhatian serius terhadap potensi temuan sumber air baru di wilayahnya. Bidang Geologi dan Air Tanah ESDM menegaskan bahwa penentuan sumber mata air tidak boleh sembarangan dan wajib merujuk pada aturan teknis yang berlaku.

Kepala Bidang (Kabid) Geologi dan Air Tanah ESDM Kaltara, Trimulbar, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima konfirmasi resmi mengenai penemuan mata air baru. Namun, ia mengingatkan siapa pun yang hendak menentukan titik air tanah harus melalui kajian Geolistrik.

banner 728x90

“Menentukan sumber mata air baru harus melalui kajian geolistrik. Ini adalah pakem yang menjadi rujukan untuk mengetahui kualitas serta lokasi air tanah secara akurat,” ujar Trimulbar di Tanjung Selor, Rabu (17/12/2025).

Menurut Trimulbar, metode geolistrik sangat efektif untuk memetakan kondisi bawah permukaan tanah. Teknologi ini mampu mengidentifikasi lapisan batuan pembawa air (akuifer), menentukan kedalaman, hingga mengukur ketebalan potensi air tanah.

Penggunaan metode ini tidak hanya meningkatkan keberhasilan pengeboran sumur bor, tetapi juga sangat menghemat biaya operasional.

“Kajian geolistrik membantu pengembang menghindari pengeboran gagal. Dengan data yang akurat, kita bisa menemukan sumber air yang optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” lanjutnya.

Kewenangan Perizinan dan PAD

Terkait tata kelola, Trimulbar menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Pemprov Kaltara. Ia mengingatkan bahwa kewenangan perizinan air tanah sepenuhnya berada di tangan pemerintah provinsi dan pusat.

Meskipun izin diproses di level provinsi, Trimulbar menjelaskan bahwa pajak air tanah tetap menjadi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masing-masing Kabupaten/Kota.

“Koordinasi dan komunikasi antar-instansi sangat penting. Walaupun perizinan urusan provinsi, hasilnya tetap mengalir ke daerah masing-masing dalam bentuk pajak,” tegasnya.

Baca Juga:  Enam Peserta Bersaing Rebutkan Gelar Duta Baca Kaltara

Di akhir penjelasannya, Trimulbar menekankan bahwa setiap rencana pengembangan air tanah harus bermuara pada dua hal utama: kajian teknis dan konservasi. Hal ini krusial mengingat kelangsungan pembangunan sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya air.

“Tantangan besar kita adalah memastikan eksplorasi sumber daya alam berjalan berkelanjutan. Kita harus terus membangun tanpa merusak atau menurunkan kualitas air tanah bagi generasi mendatang,” tutupnya.

banner 728x90