Dinkes Nunukan Gelar Diseminasi Hasil Audit Maternal Perinatal (AMP-SR), Soroti Edukasi Gizi dan Kualitas Layanan

banner 728x90

NUNUKAN – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Audit Maternal Perinatal Surveilens dan Respon (AMP-SR) pada Kamis (11/12/2025). Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bupati Nunukan ini bertujuan mengevaluasi dan merumuskan perbaikan layanan kesehatan ibu dan anak di daerah tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Muhammad Amin, pimpinan Dinkes, tenaga kesehatan dari Puskesmas dan rumah sakit, serta perwakilan perangkat daerah terkait.

banner 728x90

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Nunukan, Nur Madia, S.KM., M.Kes., dalam pemaparannya menekankan bahwa audit maternal perinatal adalah alat penting untuk mengidentifikasi faktor penyebab kematian ibu dan bayi secara komprehensif.

“Audit tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, melainkan dapat juga digunakan sebagai dasar untuk penguatan kebijakan dan peningkatan pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan,” tegas Nur Madia.

Menurutnya, temuan audit berperan penting dalam memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat sistem rujukan, dan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di lapangan.

Hasil audit menunjukkan beberapa area yang memerlukan perbaikan segera. Nur Madia menyoroti perlunya penguatan pada:

  • Pola Pelayanan dan sistem rujukan.

  • Edukasi Gizi bagi perempuan, terutama ibu muda dan calon ibu, untuk mencegah risiko stunting.

  • Peningkatan Kapasitas tenaga kesehatan dan ketersediaan alat medis yang memadai.

“Hasil audit menunjukkan area yang perlu diperkuat, mulai dari pola pelayanan, kecukupan edukasi gizi bagi perempuan, hingga peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kehamilan dan persalinan. Evaluasi ini memberikan arah jelas guna memperbaiki langkah-langkah pelayanan ke depan,” jelasnya.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, H. Muhammad Amin, disampaikan bahwa penurunan angka kematian ibu dan bayi adalah prioritas pembangunan daerah.

“Setiap kasus yang tercatat perlu menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki sistem pelayanan secara keseluruhan. Pemerintah daerah terus memperkuat dukungan kebijakan, anggaran, dan layanan rujukan demi memastikan keselamatan ibu dan anak di seluruh wilayah,” ujar H. Muhammad Amin.

Melalui diseminasi ini, pemerintah daerah berharap semua rekomendasi audit dapat ditindaklanjuti secara konsisten di setiap fasilitas kesehatan. Penguatan koordinasi lintas sektor juga dinilai kunci untuk memastikan pelayanan maternal di Kabupaten Nunukan semakin terarah dan selaras dengan program prioritas peningkatan kesehatan masyarakat.

banner 728x90
Baca Juga:  Tingkatkan Profesionalisme, Diklat Pemadam Kebakaran I Se-Kaltara Tahun 2025 Resmi Dibuka di Nunukan