Disdikbud Kaltara Tampilkan Busana Bunga Hutan dan Burung Enggang di Benuanta Fest 2k25

banner 728x90

TANJUNG SELOR — Dua busana bertema alam yang ditampilkan tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara berhasil mencuri perhatian dalam Folk Carnival Benuanta Fest 2k25. Busana bertajuk Bunga Hutan dan Burung Enggang itu tidak sekadar menonjolkan keindahan, tetapi juga menghadirkan pesan tentang kehidupan dan kelestarian alam Kalimantan Utara.

Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Kaltara, Khairunnisa Maharani, menjelaskan bahwa busana Bunga Hutan menggambarkan hutan sebagai sumber kehidupan.

banner 728x90

“Hutan bukan hanya hamparan pepohonan, tetapi juga tempat tumbuhnya bunga-bunga yang menjadi simbol keseimbangan dan kehidupan bagi manusia serta satwa. Dari sanalah lahir harmoni antara alam dan makhluk hidup,” ujarnya.

Sementara itu, busana Burung Enggang merepresentasikan kebanggaan masyarakat Kalimantan Utara. Burung enggang yang dikenal sebagai satwa khas hutan tropis Kalimantan melambangkan kebebasan, keteguhan, dan semangat menjaga warisan budaya daerah.

Menurut Khairunnisa, keikutsertaan Disdikbud Kaltara dalam karnaval ini bukan hanya ajang menampilkan karya seni, tetapi juga bentuk edukasi budaya dan lingkungan.

“Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa melalui busana pun kita bisa bercerita tentang alam dan identitas daerah,” katanya.

Penampilan tim Disdikbud Kaltara dengan dua busana simbolik ini memperkaya suasana Folk Carnival Benuanta Fest 2k25.

Pesan yang dihadirkan mengingatkan publik bahwa alam dan budaya adalah dua unsur yang saling menopang, sebagaimana bunga dan burung enggang yang sama-sama hidup dan bernaung di hutan Kalimantan Utara.

Khairunnisa juga menginformasikan bahwa busana tersebut merupakan hasil karya Sekolah Luar Biasa (SLB) di bawah binaan Disdikbud Kaltara. Hal tersebut sebagai apresiasi dan bukti bahwa peserta didik dari kategori pendidikan khusus memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

banner 728x90
Baca Juga:  Bedah Buku diharapkan Mendorong Kreativitas Penulis Lokal dan Memacu Minat Baca Generasi Muda