NUNUKAN – Dalam suasana penuh khidmat dan haru, Kodim 0911/Nunukan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, menggelar kegiatan Doa Bersama Untuk Negeri dengan tema “Dari Perbatasan Untuk Negeri”, yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Nunukan, Jalan A. Yani, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan.
Acara yang diselenggarakan pada momentum penting ini menjadi wujud nyata dari rasa syukur dan kepedulian seluruh elemen masyarakat di wilayah perbatasan terhadap kondisi bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari bencana alam, dinamika sosial-politik, hingga ancaman disintegrasi, kegiatan ini menjadi ruang spiritual bersama untuk memohon perlindungan, kedamaian, dan keberkahan bagi Tanah Air tercinta.
Komandan Kodim 0911/Nunukan, Letkol Inf Tony Prasetyo, S. Hub. Int., M.H.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk tanggung jawab moral dari masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Ia menyampaikan bahwa dari wilayah terluar Indonesia ini, mereka ingin mengirimkan doa terbaik untuk bangsa.m
“Dari perbatasan ini kita kirimkan doa terbaik untuk bangsa Indonesia. Semoga negeri yang kita cintai selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, diberikan keamanan, kesejahteraan, serta terhindar dari segala bencana maupun perpecahan,” ujar Tony.
Lebih dari sekadar simbolik, Tony mengatakan doa bersama ini mencerminkan bagaimana masyarakat di perbatasan tidak hanya menjadi penjaga fisik kedaulatan negara, tetapi juga penjaga nilai-nilai persatuan dan spiritualitas kebangsaan oleh berbagai tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan serta masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
“Mereka berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, menciptakan pemandangan yang sarat makna bahwa di tengah keberagaman, masyarakat Indonesia bisa berdiri bersama dalam satu semangat cinta tanah air,” jelasnya.
Kehadiran masyarakat dari berbagai lapisan mempertegas bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan. Dari alun-alun kecil di tapal batas negeri, gema doa dan harapan untuk Indonesia membumbung tinggi ke langit, seolah menjadi pengingat bahwa cinta tanah air bisa lahir dari tempat-tempat paling jauh sekalipun.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0911/Nunukan juga menegaskan komitmen kuat untuk terus menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah, mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan ketahanan nasional.
“Kita terus bertekad menjaga keamanan wilayah perbatasan tidak hanya dari ancaman eksternal, tetapi juga dari potensi disintegrasi sosial yang bisa muncul dari dalam. Doa bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jalinan sosial dan kebangsaan yang selama ini telah tumbuh kokoh di bumi perbatasan,” pungkasnya.
Melalui momentum spiritual ini, masyarakat perbatasan mengirimkan pesan kuat kepada seluruh anak bangsa: bahwa cinta terhadap Indonesia tak mengenal batas wilayah. Dari wilayah paling utara Kalimantan, harapan dan doa terbaik dipanjatkan untuk Indonesia yang damai, adil, makmur, dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Editor: Akbar










