TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya jaringan kereta api logistik, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan efisiensi distribusi hasil produksi daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Infrastruktur Strategis Jaringan Kereta Api di Kaltara yang berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (11/6).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara Pemerintah Provinsi Kaltara dan PT. Indonesia Transit Synergy (INTRA) terkait rencana pengembangan transportasi berbasis rel di wilayah Kaltara.
Gubernur Zainal menegaskan bahwa pembangunan jaringan kereta api logistik memiliki potensi besar dalam mendukung efisiensi biaya distribusi komoditas unggulan daerah, terutama sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
“Bagi pengusaha tambang maupun kelapa sawit nantinya dapat memanfaatkan kereta api ini sehingga biaya angkut menjadi lebih murah menuju kawasan industri maupun pelabuhan,” kata Zainal.
Ia menjelaskan, jalur kereta api tersebut diharapkan dapat menghubungkan sentra-sentra produksi di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Malinau, hingga Nunukan, sehingga memperkuat konektivitas antarwilayah di Kaltara.
Selain meningkatkan efisiensi distribusi, moda transportasi berbasis rel juga dinilai mampu mengurangi beban lalu lintas serta kerusakan jalan akibat tingginya mobilitas angkutan barang berkapasitas besar.
Zainal berharap forum diskusi tersebut dapat menghasilkan kesepahaman awal antara PT. INTRA dengan pelaku usaha yang akan menjadi pengguna jasa atau off-taker dalam pengembangan proyek tersebut.
“Semoga pertemuan ini membuka peluang kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa rencana pembangunan jaringan kereta api ini tidak hanya ditujukan untuk angkutan barang, tetapi juga diharapkan dapat berkembang menjadi moda transportasi penumpang di masa mendatang.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Kaltara juga telah menjajaki komunikasi dengan sejumlah pihak di negara tetangga terkait rencana konektivitas jaringan kereta api regional di kawasan Kalimantan, Malaysia, dan Brunei.
Dengan realisasi investasi yang telah mencapai Rp11 triliun hingga triwulan I 2026, Pemprov Kaltara optimistis penguatan infrastruktur strategis akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.













