TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Bulungan dan Bahasa Tidung Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025, yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Royal Tarakan, 8–10 Oktober 2025.
Plt Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah di tengah gempuran era digital.
“Bahasa daerah adalah identitas budaya yang perlu dijaga. Melalui festival seperti ini, kita menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa ibu mereka,” ujar Hasanuddin.
Menurutnya, FTBI tidak hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi peserta didik untuk lebih mengenal akar budayanya. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan jati diri,” ucapnya.
Hasanuddin menambahkan, Disdikbud Kaltara siap bersinergi dengan Balai Bahasa dan pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat pembinaan bahasa daerah di sekolah.
“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam mengintegrasikan muatan lokal bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan di Kalimantan Utara,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak agar upaya pelestarian bahasa daerah dapat berjalan berkelanjutan.
“Peran guru, orang tua, dan masyarakat sangat besar. Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan bahasa daerah tetap hidup dan digunakan di tengah perkembangan zaman,” tutup Hasanuddin.













