TAWAU – Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau, Aris Heru Utomo menyempatkan diri berpamitan kepada sejumlah masyarakat Indonesia yang hadir dalam peringatan HUT RI ke-80 di Halaman KRI Tawau.
Dalam sambutannya Aris Heru Otomo menyampaikan, sejak dirinya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Konsul Republik Indonesia di Tawau pada Juli 2024 lalu, Aris telah menyaksikan secara langsung bagaimana eratnya persaudaraan antara masyarakat Indonesia di Sabah dengan masyarakat setempat, bagaimana peran penting diplomasi perlindungan berjalan, bagaimana memastikan akses pendidikan bagi anak-anak dari pekerja migran Indonesia, bagaimana kerja sama dunia usaha terus berlangsung serta bagaimana semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kekuatan yang tak tergantikan.
“Saya juga bersyukur bahwa pada awal tahun 2025 ini Konsulat RI Tawau telah ditetapkan sebagai salah satu Perwakilan Pelayanan Terpadu bersama-sama dengan 28 Perwakilan RI Lainnya oleh Menteri Luar Negeri,” jelasnya.
Sementara di bidang ekonomi, hubungan perdagangan lintas batas dan interaksi para pelaku usaha terus meningkat, hal ini dapat dilihat dari kehadiran para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan Konsulat RI Tawau ataupun Pemerintah dan masyarakat Tawau, melalui Festival Kebudayaan Antarabangsa dan Festival Malaysia – Indonesia (Malindo) yang baru-baru ini dilaksanakan di Tawau.
“Selain itu Alhamdullilah Pemerintah RI akhirnya telah menetapkan Bandara Juwata, Tarakan, sebagai Bandara Internasional, ya semoga bisa direalisasikan di tahun 2026,” jelasnya.
Di bidang sosial budaya, gagasan untuk mendirikan Rumah Budaya Indonesia di Tawau yang disampaikan Kementerian Budaya RI disambut positif oleh Pemerintah Tawau dan akan disinergikan dengan Pusat Kebudayaan Internasional Tawau (Tawau International Cultural Centre).
Sementara itu di bidang kepolisian, kerjasama antara Kepolisian Daerah Kaltara dengan Kepolisian Negara Sabah sudah terbuka dengan terlaksananya pertemuan antara pimpinan kedua daerah kepolisian di awal tahun 2025.
“Pertemuan yang diinisiasi oleh Konsulat RI Tawau ini adalah pertemuan pertama sejak dibentuknya Kepolisian Daerah Kalimantan Utara pada Juli 2019,” lanjut Aris Tentu saja, pertemuan ini bukanlah pertemuan yang pertama dan terakhir, tetapi merupakan pertemuan awal yang diikuti dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya dan diikuti dengan berbagai kerja sama konkrit di bidang kepolisian.
Lebih lanjut dikatakan Aris, setelah selama 25 tahun lebih mengabdi dalam tugas diplomasi, tibalah saatnya bagi saya untuk memasuki masa purna tugas dan memulai babak baru kehidupan mulai September 2025. Tugas diplomasi, khususnya diplomasi pelindungan tidak hanya menjadi pekerjaan, tetapi juga panggilan hati. Setiap langkah, setiap pertemuan, dan setiap tantangan yang dilalui telah menjadi pelajaran hidup yang berharga.
“Saya bersyukur dapat bekerja bersama tim yang luar biasa di Konsulat RI Tawau, bersinergi dengan para pemangku kepentingan Malaysia, serta bersama-sama mendampingi dan melayani warga negara Indonesia yang berada di wilayah kerja Konsulat RI Tawau,” pungkasnya
Penulis: Andi Roswandi | Editor: Dewangga














