Kualitas Gizi Terjaga: SPPG Bukit Arung Sejahtera Jadi Contoh Persiapan MBG di Nunukan

banner 728x90

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan apresiasi khusus terhadap keseriusan Sentra Pelayanan Pemberdayaan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera yang mengambil inisiatif menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pengelola dapur sebelum memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas dan keamanan pangan bagi anak-anak.

Plt. Sekretaris Daerah Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP., menyampaikan hal ini usai membuka acara pembekalan relawan SPPG Bukit Arung Sejahtera di Ballroom Hotel Lenfin Nunukan, Jumat (5/11/2025).

banner 728x90

“Ini salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam hal ini adalah mitra, sebelum mengoperasionalkan program MBG, mereka mempersiapkan segalanya, termasuk SDM yang akan mengelola bahan makanan siap saji di dapur SPPG sehingga gizinya bisa terjaga. Kami harapkan ini menjadi contoh bagi teman-teman lain yang berminat menjadi mitra,” ujar Raden Iwan.

Menurut Raden Iwan, inisiatif pembekalan ini membuktikan bahwa penyediaan hidangan MBG tidak sekadar proses memasak dan menyajikan biasa, melainkan melibatkan standar kualitas.

“Kami mengapresiasi SPPG Bukit Arung Sejahtera yang memulai dengan pembekalan, ini membuktikan bahwa makanan tidak semata-mata disajikan, tetapi ada proses, ukuran layak gizi, layak sehat, dan tahapan pembuatannya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa insiden keracunan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu menjadi pengingat pentingnya pengolahan makanan yang benar. “Itu membuktikan bahwa tidak sesederhana itu membuat dan menyajikan makanan, karena itu pembekalan seperti ini sangat diperlukan,” tambahnya.

Pemerintah daerah berharap agar langkah persiapan menyeluruh yang dilakukan SPPG Bukit Arung Sejahtera ini dapat menjadi standar wajib bagi delapan mitra SPPG lainnya di Nunukan.

Tiga aspek yang wajib disiapkan mitra MBG sebelum beroperasi:

  1. Kesiapan Fisik: Menyiapkan perangkat dan kondisi dapur yang memadai.

  2. Kesiapan SDM: Melakukan pembekalan dan pelatihan bagi pengelola makanan.

  3. Koordinasi: Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kelayakan higienis, dan Dinas Pendidikan terkait cakupan anak-anak sasaran program.

Raden Iwan meyakini bahwa sebagian besar SPPG lainnya kemungkinan juga telah melakukan pelatihan internal, namun ia mendorong agar kegiatan penting tersebut dilaporkan kepada pemerintah daerah sebagai bukti keseriusan.

Pemerintah daerah menegaskan siap mendukung setiap mitra yang berupaya meningkatkan kesiapan untuk memastikan makanan bergizi aman dan layak bagi anak-anak Nunukan.

banner 728x90
Baca Juga:  Semarak HUT ke-26 Nunukan, Kelurahan Selisun Gelar Lomba Karaoke dan Domino