Pemprov Kaltara dan Australia Perkuat Kerja Sama Layanan Publik dan Pendidikan Inklusif

banner 728x90

TANJUNG SELOR – Hubungan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Australia terus diperkuat hingga ke tingkat daerah. Hal itu ditandai dengan kunjungan resmi Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (6/5).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kemitraan dalam pengembangan layanan publik, pendidikan inklusif, serta penguatan tata kelola fiskal daerah yang selama ini telah berjalan melalui sejumlah program kolaborasi.

banner 728x90

Sebelum bertemu jajaran Pemprov Kaltara, delegasi Australia meninjau langsung implementasi program kerja sama di SD Negeri 015 Tanjung Selor dan Kantor Bersama Samsat Bulungan.

Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, S.Hut., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) dan Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).

Menurut Bertius, kedua program tersebut telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Dampaknya sudah sangat terasa, terutama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah inovasi lahir dari program kerja sama tersebut, di antaranya layanan pajak ramah disabilitas melalui program SADAR BENUANTA serta pengembangan Pajak Kendaraan di Atas Air (PKAA) yang menyesuaikan karakteristik wilayah Kalimantan Utara.

Selain itu, Pemprov Kaltara juga membentuk Forum Mentari (Menyerap Aspirasi untuk Setara dan Inklusi) sebagai wadah dialog yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Di sektor pendidikan, Program INOVASI turut mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih inklusif dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Bertius menilai berbagai inovasi tersebut mencerminkan komitmen Pemprov Kaltara dalam membangun pelayanan publik yang terbuka, setara, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Kaltara Raih Penghargaan Penurunan Pengangguran Terbaik di Kalimantan, Terima Insentif Fiskal Rp3 Miliar

Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Kaltara dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan pendidikan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Australia berkomitmen mendukung program-program yang mendorong layanan dasar yang lebih inklusif dan berkualitas.

“Kami ingin memastikan pendidikan yang lebih bermutu dan inklusif, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas,” kata Gita.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Australia juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Australia di Tarakan yang memiliki nilai sejarah penting dalam hubungan kedua negara sejak masa Perang Dunia II.

Menurut Gita, hubungan historis yang kuat antara Indonesia dan Australia menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang pada masa mendatang.

“Kami terkesan melihat layanan publik di Kalimantan Utara yang semakin inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghormatan dan simbol persahabatan, Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyerahkan cendera mata khas daerah berupa Sesingal, Batik Kaltara, dan manik-manik kepada Wakil Duta Besar Australia.

Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Australia dan Pemprov Kaltara dalam mendorong pembangunan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

banner 728x90