Perkuat Peran Gerbang Perbatasan, Pemkab Nunukan Siapkan Integrasi Dermaga Sei Bolong dan Inhutani

banner 728x90

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat peran daerah sebagai gerbang strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Robby Nahak Serang setelah melakukan peninjauan langsung di Dermaga Sei Bolong dan Dermaga Inhutani, serta menyerap masukan dari masyarakat, pelaku usaha, dan pihak terkait.

Menurut Robby, penataan dermaga kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi pelayaran, tetapi juga mencakup aspek keamanan, keteraturan mobilisasi barang dan orang, serta peningkatan daya saing ekonomi masyarakat perbatasan.

banner 728x90

Pemkab Nunukan merancang rencana penataan dermaga dalam tiga tahapan waktu yang terstruktur, yaitu:

1. Jangka Pendek: Pengawasan Intensif

Pemda akan memperkuat pengawasan intensif terhadap seluruh aktivitas dermaga.

“Mobilisasi barang dan orang yang selama ini dinilai kurang tertata akan menjadi fokus utama. Pengawasan ini menjadi langkah awal sebelum penerapan sistem terintegrasi secara penuh,” ujar Robby.

2. Jangka Menengah: Penataan Logistik Menyeluruh

Pemkab berencana melakukan penataan dermaga logistik secara komprehensif. Penataan ini diharapkan mampu mendorong efisiensi pelayaran sekaligus memperkuat posisi Nunukan sebagai pintu masuk perbatasan yang strategis.

“Dengan sistem yang terkelola baik, aktivitas ekonomi masyarakat dapat lebih didorong sekaligus meningkatkan keamanan perbatasan dari berbagai potensi kerawanan,” jelasnya.

3. Jangka Panjang: Integrasi Kawasan Dermaga Regional

Untuk visi jangka panjang, pemerintah daerah tengah menyiapkan wacana integrasi Dermaga Sei Bolong dan Dermaga Inhutani. Kedua dermaga ini berlokasi berdekatan dengan PLBL Lim Hie Djung, sehingga secara teknis memungkinkan dijadikan satu kawasan dermaga regional.

Integrasi ini mencakup tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga sistem transportasi logistik dan penumpang yang lebih terkelola.

“Integrasi ini diharapkan menjadi satu pintu akses logistik yang lebih tertata, efektif, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan mobilisasi barang maupun orang di Nunukan,” beber Robby.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Gelar Pelatihan Digitalisasi Marketing untuk UMKM Gen-Z dan Milenial

Langkah integrasi ini sejalan dengan arahan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, yang menekankan percepatan pembangunan infrastruktur dasar secara adil dan merata. Pembangunan dermaga yang terintegrasi diyakini akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi Nunukan sebagai simpul perdagangan dan mobilitas di kawasan perbatasan.

Robby menambahkan, penataan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat lokal. Dengan sistem logistik yang lebih tertata, pelaku usaha kecil maupun besar dapat memanfaatkan akses dermaga untuk memperluas jaringan perdagangan, yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

“Nunukan memiliki potensi besar sebagai pusat logistik perbatasan. Jika dermaga dikelola dengan baik, maka arus barang dari dan ke Malaysia maupun wilayah lain di Indonesia dapat berjalan lebih lancar. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal identitas Nunukan sebagai daerah yang strategis,” tegasnya menutup keterangan.

banner 728x90