TANJUNG SELOR – Aksi cepat dua personel Polisi Lalu Lintas (Polantas) di kawasan Tugu Lemlai Suri mendapat apresiasi dari masyarakat. Keduanya turun langsung ke badan jalan untuk membersihkan ceceran material tanah yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Material timbunan berupa tanah diketahui berceceran di sejumlah titik ruas jalan sekitar Tugu Lemlai Suri dalam beberapa hari terakhir. Selain mengganggu kenyamanan karena menimbulkan debu, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas saat hujan karena membuat permukaan jalan menjadi licin.
Pantauan di lapangan menunjukkan masih terdapat gundukan tanah dan sisa material timbunan di beberapa titik. Kondisi itu membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas, khususnya pengendara roda dua yang rentan kehilangan keseimbangan.
Melihat situasi tersebut, dua personel Polantas yang bertugas di Pos Lalu Lintas Tugu Lemlai Suri segera mengambil tindakan. Tanpa menggunakan alat bantu khusus, mereka membersihkan material yang menumpuk di badan jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengendara.
Tindakan tersebut mendapat respons positif dari warga dan pengguna jalan. Mereka menilai keberadaan tanah yang berserakan di badan jalan dapat memicu kecelakaan jika tidak segera ditangani.
Meski mendapat apresiasi, kedua anggota Polantas itu memilih tidak menyebutkan identitas maupun mengabadikan aksi mereka dalam dokumentasi pribadi. Mereka menganggap kegiatan tersebut sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau dibiarkan, sangat berbahaya bagi pengendara motor. Jadi kami bersihkan sisa-sisa tanah yang ada di jalan,” ujar salah seorang petugas.
Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, material timbunan yang tercecer juga menghasilkan debu yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Kondisi tersebut semakin terasa saat cuaca panas dan kendaraan berat melintas di kawasan itu.
Masyarakat berharap perusahaan maupun pengangkut material lebih memperhatikan aspek keselamatan dengan menutup muatan menggunakan terpal dan tidak membawa muatan melebihi kapasitas. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah material jatuh dan mengotori jalan selama perjalanan.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, juga mengingatkan para sopir truk dan pelaku usaha galian C agar selalu menutup bak muatan kendaraan pengangkut material. Imbauan itu bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah material tercecer di ruas jalan umum.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas membutuhkan kepedulian semua pihak. Selain aparat, pelaku usaha dan pengemudi kendaraan angkut material juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.




