Sekprov Kaltara Tekankan RAD Pangan dan Gizi Jadi Fondasi Ketahanan SDM

banner 728x90

TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperkuat melalui penyusunan kebijakan terpadu yang melibatkan berbagai sektor pembangunan daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., saat membuka Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 32 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Provinsi Kaltara Tahun 2025–2029 di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (26/5).

banner 728x90

Dalam sambutannya, Denny menekankan bahwa pembangunan pangan dan gizi merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

Ia menjelaskan, ketahanan pangan nasional bertumpu pada empat pilar utama, yaitu ketersediaan pangan, distribusi pangan, konsumsi pangan yang aman dan bergizi, serta stabilitas pangan.

“Pembangunan pangan dan gizi memerlukan keterlibatan seluruh sektor secara terpadu dan berkesinambungan,” kata Denny.

Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Denny menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah menetapkan Pergub Nomor 32 Tahun 2025 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

RAD Pangan dan Gizi tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun program yang lebih terarah, terukur, dan terintegrasi.

“Melalui rencana aksi daerah ini, saya berharap seluruh program dapat berjalan selaras untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kaltara memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sektor pangan, mulai dari produksi padi, pangan lokal nonberas, hingga komoditas hortikultura yang terus berkembang.

Namun demikian, tantangan geografis seperti wilayah pedalaman, perbatasan, dan kepulauan masih menjadi hambatan dalam pemerataan distribusi pangan dan gizi di daerah.

Baca Juga:  Kaltara Borong 2 Penghargaan Inovasi TTG Nusantara XXV

Untuk itu, ia mendorong penguatan infrastruktur pangan, pengembangan pangan lokal, peningkatan keamanan pangan, serta percepatan penanganan masalah gizi melalui sinergi lintas sektor.

“Momentum sosialisasi ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam pembangunan pangan dan gizi di Kaltara,” tutupnya.

banner 728x90