Wagub Kaltara Minta Bantuan Pusat Tangani Kerentanan Bencana di Perbatasan

banner 728x90

JAKARTA – Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa, mendampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara, Ingkong Ala, melanjutkan agendanya dengan menemui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (12/9) sore. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto.

Agenda pertemuan difokuskan pada pembahasan potensi kerentanan bencana alam di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kabupaten Nunukan. Wilayah ini dikenal memiliki infrastruktur jalan yang terbatas dan rentan rusak akibat banjir serta tanah longsor.

banner 728x90

Dalam kesempatan itu, Wagub Ingkong menyoroti kondisi jalan provinsi sepanjang 87,3 kilometer yang menghubungkan lima kecamatan di Krayan. Menurut dia, ruas jalan ini merupakan jalur vital masyarakat perbatasan namun kini dalam kondisi memprihatinkan.

“Jalan ini merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat di perbatasan. Sayangnya, kerusakan jalan akibat seringnya terjadi banjir dan tanah longsor telah menyebabkan terhambatnya distribusi bahan pokok, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM),” kata Ingkong.

Ia menambahkan, dampak kerusakan jalan juga dirasakan pada pelayanan publik dasar. “Yang paling memilukan adalah sulitnya masyarakat mengakses sekolah dan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Ingkong menekankan bahwa kerentanan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Potensi bencana yang mengisolasi wilayah Krayan, kata dia, berimplikasi serius terhadap ketahanan pangan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat di perbatasan dua negara.

Kalak BPBD Kaltara, Andi Amriampa, menyatakan pihaknya siap mengawal upaya penanganan bencana di daerah perbatasan dengan dukungan pemerintah pusat.

“Koordinasi dengan BNPB sangat penting, agar kebutuhan penanganan bisa lebih cepat terakomodasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kawasan perbatasan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapsiagaan masyarakat.

“Kami akan mendorong peningkatan kapasitas desa-desa di perbatasan agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana,” kata Andi.

banner 728x90
Baca Juga:  Sekprov Buka Sosialisasi Pembiayaan Bagi Pelaku UMKM