Diguyur Hujan, Disatukan Budaya: Semangat Malinau Tak Terbendung Meriahkan Karnaval Budaya 

banner 728x90

MALINAU – Hujan yang mengguyur Kabupaten Malinau tidak menyurutkan semangat puluhan ribu masyarakat dalam mengikuti karnaval budaya untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan IRAU ke-12 tahun 2026, Sabtu (24/10/2026).

Rombongan karnaval budaya dilepas oleh Wakil Bupati Malinau untuk melanjutkan perjalanan menuju garis finis di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung.

banner 728x90

Meski hujan turun di tengah perjalanan, para peserta tetap antusias menampilkan keberagaman budaya dengan penuh semangat dan kekompakan.

Setibanya di garis finis, rombongan disambut langsung oleh Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., bersama jajaran Pimpinan FKPD beserta pejabat pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya.

Melihat para peserta tetap bersemangat meski kehujanan, Bupati Malinau bersama para pejabat dan tamu undangan turut berada di tengah guyuran hujan untuk menyambut rombongan.

Momen tersebut menjadi gambaran kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Malinau.

Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh masyarakat serta pihak yang telah berpartisipasi dalam karnaval budaya tersebut.

Ia mengungkapkan, kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari Sekolah Luar Biasa (SLB), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) sederajat, hingga 15 paguyuban dan 11 etnis.

Menurutnya, jumlah peserta yang semula dilaporkan sebanyak 12.000 orang ternyata meningkat signifikan. Saat kegiatan berlangsung, jumlah masyarakat yang hadir dilaporkan mencapai lebih dari 25.000 orang.

“Budaya adalah kita, kita adalah budaya. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat aktif dalam persiapan dan kegiatan pawai budaya pada hari ini,” ujar Wempi.

Ia menegaskan, karnaval budaya tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat persatuan dan menunjukkan kekayaan budaya masyarakat Malinau.

Baca Juga:  KNTI Malinau Petakan Ruang Tangkap Nelayan Tradisional, Cegah Konflik Pemanfaatan Sungai

“Kita telah menunjukkan bagaimana indahnya persatuan, bagaimana merajut perbedaan menjadi sebuah kekuatan. Itulah Indonesia,” katanya.

Bupati Wempi juga menyampaikan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kecintaan terhadap budaya yang tumbuh dan hidup di Kabupaten Malinau.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya, sekaligus memelihara persatuan dan kesatuan di Bumi Intimung.

“Mari kita wujudkan pembangunan Malinau yang semakin baik, semakin maju, untuk seluruh masyarakat yang ada di Bumi Intimung yang kita cintai ini,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat agar berhati-hati saat kembali ke rumah karena kondisi cuaca masih hujan, jalan licin, serta asap bercampur kabut yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan demi Malinau yang lebih baik.

Karnaval budaya ini menjadi salah satu wujud nyata kebersamaan masyarakat dalam menyambut HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12. Semangat para peserta yang tetap bertahan di tengah hujan sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman budaya dan persatuan menjadi kekuatan masyarakat di Bumi Intimung.(*)

banner 728x90