Jalan Krayan–Malinau Ditargetkan Tuntas 2028, Biaya Logistik Diharapkan Turun

banner 728x90

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus mendorong pembangunan akses darat yang menghubungkan wilayah Krayan dengan Malinau. Upaya tersebut mulai menunjukkan perkembangan setelah hasil rapat koordinasi di Malinau dan kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum ke kawasan Krayan menghasilkan tindak lanjut atas usulan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE.

Tindak lanjut tersebut mencakup pembangunan dua ruas jalan yang akan membuka konektivitas Krayan–Malinau. Ruas pertama menghubungkan kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa’ Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau. Sementara ruas kedua membangun konektivitas dari arah Malinau menuju Krayan. Pemerintah menargetkan pembangunan kedua ruas tersebut rampung pada 2028.

banner 728x90

Bagi masyarakat Krayan, pembangunan jalan ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi keterisolasian wilayah dan memperpendek akses menuju pusat pemerintahan maupun kegiatan ekonomi. Konektivitas darat yang lebih baik juga berpotensi menekan biaya logistik, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta memperluas pemasaran hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri mengapresiasi perhatian pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan, terhadap pembangunan kawasan perbatasan Nunukan.

“Alhamdulillah, apa yang selama ini kita perjuangkan untuk masyarakat Krayan mulai mendapat tindak lanjut. Dua ruas jalan ini menjadi bagian penting untuk membuka akses Krayan menuju Malinau. Kita berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan pada 2028 jalan tembus Krayan-Malinau sudah dapat dituntaskan,” ujar Irwan.

Menurutnya, pembangunan jalan tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat Krayan semakin mudah bergerak, hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah dipasarkan, biaya logistik semakin rendah, dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Ini adalah kepentingan masyarakat yang harus kita kawal bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Setelah Selesaikan Batas Negara, Indonesia Dorong Pembukaan Exit Entry Point Sebatik–Tawau

Untuk memastikan rencana tersebut berjalan sesuai tahapan, Pemkab Nunukan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPP, Kementerian Pertahanan, serta kementerian dan lembaga terkait.

Irwan menegaskan, target penyelesaian jalan Krayan–Malinau pada 2028 harus menjadi momentum penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

“Krayan tidak boleh terus berada dalam keterbatasan akses. Kita ingin jalan ini benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika jalan terbuka, maka peluang ekonomi, pelayanan dan kesejahteraan masyarakat juga semakin terbuka,” pungkasnya.

banner 728x90