Jembatan Rurum Doo Dibangun, Akses 17 Desa di Krayan Timur Diperkuat

banner 728x90

NUNUKAN – Pembangunan Jembatan Rurum Doo di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut menghubungkan akses 17 desa sekaligus menunjang mobilitas warga di wilayah perbatasan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan merealisasikan pembangunan jembatan itu melalui program rekonstruksi jalan Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp645 juta dengan masa pelaksanaan 100 hari kalender. Pemerintah daerah mengalokasikan anggarannya melalui APBD Kabupaten Nunukan 2026.

banner 728x90

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Rian Antony, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Nunukan atas perhatian dan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Krayan Timur.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Rurum Doo.

“Jembatan Rurum Doo merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang kemudian diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan. Itu menunjukkan kepedulian pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Camat Krayan Timur, Marjuni, juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Nunukan beserta jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, keputusan menganggarkan dan melaksanakan pembangunan jembatan pada 2026 menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat perbatasan.

Marjuni menjelaskan, Jembatan Rurum Doo memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga, terutama mobilitas pelajar menuju sekolah.

Jembatan tersebut menjadi akses bagi siswa SDN Long Umung, SMPN Long Umung, hingga pelajar asal Long Umung yang menempuh pendidikan di SMAN Krayan dan SMKN Krayan.

“Perlu dipahami bersama bahwa Jembatan Rurum Doo bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa, melainkan akses sehari-hari yang sangat krusial bagi mobilitas masyarakat di Krayan Timur. Lebih dari itu, jembatan ini merupakan jalur utama bagi anak-anak generasi penerus bangsa untuk menuntut ilmu. Terbangunnya jembatan ini memastikan keselamatan dan kelancaran anak-anak kami dalam menempuh pendidikan,” ungkap Marjuni.

Baca Juga:  Hujan Tak Surutkan Antusias Warga, Silet Open Up Meriahkan HUT ke-27 Nunukan

Ia menilai pembangunan tersebut juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan isolasi geografis dan kesulitan transportasi yang selama ini masyarakat Krayan Timur hadapi.

Marjuni turut mengapresiasi seluruh pihak yang mengawal dan memperjuangkan aspirasi pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang terus menyuarakan kebutuhan masyarakat perbatasan.

“Atas nama pemerintah kecamatan dan masyarakat Krayan Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah setia menyuarakan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kami di tingkat kebijakan,” tambahnya.

banner 728x90