MALINAU – Lomba Kreasi Musik Tradisional menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan IRAU Malinau ke-12 yang berlangsung di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Minggu (25/10/2026).
Lomba tersebut diikuti lima grup pemusik yang menampilkan kreativitas dalam mengangkat musik tradisional daerah.
Dari seluruh peserta yang tampil, grup Lamin Ora Et Labora berhasil meraih juara pertama setelah menunjukkan penampilan terbaiknya.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mengapresiasi penampilan para peserta yang dinilai mampu menunjukkan potensi generasi muda dalam mengembangkan seni dan budaya lokal melalui perpaduan musik tradisional, tarian, hingga unsur musik modern.
Menurutnya, setiap penampilan seni memiliki cerita dan pesan tersendiri. Proses menciptakan sebuah pertunjukan juga membutuhkan kerja sama, kekompakan, kesabaran, serta kesamaan tujuan di antara para pemain.
“Musik membawa pesan, baik dari sebuah cerita maupun dari sebuah proses. Kekompakan akan hadir ketika kita memiliki tujuan yang sama, begitu juga dalam menyatukan irama dan menyampaikan pesan melalui musik,” ujarnya.
Bupati Wempi menegaskan, seluruh peserta telah memberikan penampilan terbaik. Sementara itu, penentuan pemenang merupakan hasil penilaian dewan juri yang bertugas pada malam tersebut.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus berkreasi, menjaga, dan melestarikan budaya yang dimiliki Kabupaten Malinau. Menurutnya, seni tradisional harus terus dikembangkan agar mampu bersaing dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Kalian telah menjaga potensi budaya yang ada di Bumi Intimung ini. Teruslah berkreasi, terus pelihara budaya dan potensi yang ada pada diri kalian. Bangun kekompakan dan semangat, buktikan bahwa budaya tradisional kita mampu bersaing dengan budaya-budaya di mana pun juga,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati Wempi menyampaikan bahwa Irau Malinau bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses untuk menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi daerah, termasuk kekayaan seni dan budaya masyarakat.
Ia berharap Kabupaten Malinau dapat menjadi referensi dalam pelestarian budaya, sekaligus memperkuat kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Budaya adalah kita, kita adalah budaya itu sendiri,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Wempi mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kedamaian daerah serta memberikan kesan terbaik kepada setiap pengunjung yang datang ke Kabupaten Malinau, terlebih menjelang puncak peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau Malinau ke-12.
Ia pun menyampaikan rasa bangga kepada generasi muda yang terus menunjukkan kepedulian dan kreativitas dalam menjaga warisan budaya daerah.(*)












