Perkuat Literasi Anak Pedalaman, Nunukan Latih Guru Jadi Fasilitator Daerah

banner 728x90

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menyiapkan guru-guru terpilih dari sejumlah wilayah pedalaman dan terpencil untuk menjadi fasilitator literasi dasar. Langkah ini dilakukan guna memperkuat kemampuan membaca dan menulis anak-anak di kelas awal sekaligus memperluas pemerataan kualitas pendidikan hingga wilayah 3T.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Daerah Program Literasi Dasar Kelas Awal Wilayah Pedalaman dan Terpencil yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan di ruang pertemuan lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Senin (26/10/2026).

banner 728x90

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Muhammad Amin, S.H., mewakili Bupati Nunukan membuka kegiatan tersebut. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya anggota DPRD Nunukan, Policy Adviser INOVASI Jakarta Balasilius Bengoteku, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Hj. Erlina, S.T., M.A.P., serta Ketua Dewan Pendidikan Ambrosius.

Pelatihan ini diikuti guru-guru terpilih dari wilayah Krayan, Sebuku, Sembakung, Sei Menggaris, dan Lumbis. Mereka dipersiapkan untuk menjadi fasilitator daerah yang nantinya membantu meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan literasi dasar kepada siswa kelas awal.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan Muhammad Amin, pemerintah daerah menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan pedalaman dan terpencil.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajarkan literasi dasar. Mereka juga diminta menerapkan ilmu yang diperoleh serta membagikannya kepada guru-guru lain di wilayah masing-masing.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kepada guru-guru lain di wilayah masing-masing,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Sementara itu, Policy Adviser INOVASI Jakarta, Balasilius Bengoteku, menjelaskan bahwa ToT bertujuan menyiapkan tenaga pelatih atau pembimbing yang dapat mendampingi guru dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Baca Juga:  Bupati Nunukan Minta OPD Percepat Program, Keterlambatan Kegiatan Tahun Lalu Jangan Terulang

Menurutnya, keberadaan fasilitator daerah sangat penting untuk menjawab keterbatasan pendampingan pendidikan di wilayah pedalaman dan terpencil. Sebab, tidak semua sekolah mudah dijangkau oleh pengawas maupun pejabat terkait.

“Kalau kepala dinasnya terlalu jauh, pengawasnya kurang, dan bupatinya sibuk, maka yang menjadi andalan para guru adalah fasilitator. Ada fasilitator daerah dan fasilitator di gugus. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendekatkan yang jauh sehingga guru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik di kelas bersama murid,” jelas Balasilius.

Di sisi lain, Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansyur, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang diinisiasi bersama INOVASI tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitator perlu mendapat dukungan agar pendampingan terhadap guru di wilayah pedalaman dapat berjalan berkelanjutan.

Mansyur juga meminta Dinas Pendidikan Nunukan mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan gugus tugas, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas peserta, tetapi juga menghasilkan pendampingan nyata bagi guru dan peningkatan kemampuan literasi anak-anak di wilayah pedalaman Nunukan.

banner 728x90