TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara mengintensifkan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak mendirikan rumah atau bangunan lain di lereng bukit yang rawan longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, mengatakan Tarakan termasuk daerah dengan potensi longsor yang cukup tinggi.
“Mitigasi sangat penting untuk menekan risiko korban jiwa. Kami mengimbau warga agar lebih waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor,” ujarnya pada pekan ini.
Ia menekankan, edukasi kepada masyarakat bukan sekadar imbauan, melainkan upaya membangun kesadaran tentang risiko tinggal di lereng. “Kami ingin warga memahami bahwa lokasi tempat tinggal akan sangat menentukan tingkat kerentanan terhadap bencana,” kata Andi.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kota hingga tingkat kelurahan untuk memastikan langkah pencegahan berjalan beriringan. “Penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan setelah terjadi. Pencegahan jauh lebih penting,” tutur Andi.
















