TANJUNG SELOR – Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Utara, Andi Amriampa, menekankan pentingnya simulasi bencana di satuan pendidikan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya untuk memastikan seluruh warga sekolah memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
“Simulasi dirancang agar semua pihak di sekolah tahu apa yang harus dilakukan saat bencana gempa terjadi. Mulai dari siswa, guru, tim evakuasi, hingga tim medis,” kata Andi Amriampa.
Ia menjelaskan, simulasi tersebut mengajarkan empat materi utama. Pertama, pengenalan risiko bencana. Kedua, pemahaman tiga pilar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Ketiga, praktik kesiapsiagaan. Terakhir, simulasi lapangan yang menyerupai kondisi sebenarnya.
“Bencana tidak pernah memberi tanda. Lewat simulasi seperti ini, kami ingin menanamkan budaya siaga di lingkungan sekolah. Kesiapan adalah kunci utama keselamatan,” ujarnya.
















