TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara menempatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai perhatian utama. Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, menyebut karhutla merupakan bencana dengan jumlah kasus terbanyak di wilayah tersebut.
“Karhutla menjadi atensi utama kami karena merupakan jenis bencana dengan kasus terbanyak,” kata Andi di Tanjung Selor (15/9).
Ia menegaskan, mitigasi karhutla tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dari berbagai pihak. “Kami mengajak semua pihak untuk bahu-membahu dalam upaya mitigasi,” ujarnya.
Menurut Andi, kolaborasi masyarakat, aparat, hingga dunia usaha penting untuk mengurangi potensi kebakaran. “Keterlibatan masyarakat di tingkat desa sangat menentukan keberhasilan pencegahan,” katanya.
Selain itu, Andi menyampaikan, edukasi tentang bahaya karhutla terus dilakukan agar kesadaran publik meningkat. “Pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan ketika kebakaran sudah meluas,” tutur dia.
















