Lebih dari 50 Guru di Sebatik Ikuti Pelatihan Pendidikan Inklusif, Dorong Sekolah Ramah bagi Semua Anak

banner 728x90

NUNUKAN – Mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah, adil, dan tanpa diskriminasi menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Dasar Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 50 guru SD dan SMP se-Pulau Sebatik.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Mewujudkan Pendidikan untuk Semua” ini digelar pada Selasa (3/11/2026) di Aula SMP Negeri 1 Sebatik Utara, dengan melibatkan para pendidik dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Sebatik.

banner 728x90

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Erlina, S.T., M.A.P. Dalam sambutannya, Erlina menegaskan pentingnya penerapan pendidikan inklusif sebagai upaya memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh anak untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

Menurutnya, pendidikan inklusif menjadi hal penting untuk terus dikembangkan, khususnya di Pulau Sebatik yang merupakan wilayah perbatasan sekaligus Beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Sebatik Utara, Asnawi, S.E., yang mewakili Camat Sebatik Utara, Camat Sebatik Tengah, Kabid K2SP Dinas Pendidikan, pengawas SD dan SMP, kepala UPT se-Kecamatan Sebatik dan Sebatik Tengah, para narasumber, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Sebatik.

Dalam kesempatan tersebut, Asnawi menyampaikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan. Ia menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak belajar setiap anak, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan suasana pembelajaran yang membahagiakan bagi guru maupun peserta didik.

Dengan penyampaian yang hangat dan penuh keakraban, Asnawi mengajak para pendidik untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih bermakna.

“Jika guru bahagia mengajar, maka ia akan merindukan kelasnya. Jika siswa bahagia belajar, maka ia akan merindukan sekolahnya. Itulah Taman Siswa Ki Hajar Dewantara yang harus kita hidupkan di Sebatik,” ujar Asnawi.

Baca Juga:  Pj Sekda Nunukan Tekankan Kualitas Data dalam Rekonsiliasi Sensus Ekonomi 2026

Lebih dari 50 guru SD dan SMP dari berbagai satuan pendidikan di Pulau Sebatik mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias. Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam menerapkan pembelajaran inklusif di lingkungan sekolah masing-masing.

Pendidikan inklusif menjadi pendekatan penting dalam memastikan setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka di sekolah reguler.

Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang terbuka, ramah, dan tidak diskriminatif.

Dengan demikian, setiap anak di Pulau Sebatik diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas serta mengembangkan potensi dirinya tanpa terkecuali.

banner 728x90