Penemuan 43 Spesimen Hiu Gangga Perkuat Nilai Konservasi Sungai Sesayap

banner 728x90

TARAKAN – Penemuan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus) di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, menjadi perhatian penting dalam upaya pelestarian satwa langka dunia sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai kawasan bernilai tinggi dalam konservasi keanekaragaman hayati.

Sebanyak 43 spesimen Hiu Gangga ditemukan oleh tim peneliti gabungan dari Universitas Hasanuddin (Unhas), James Cook University Australia, dan Universitas Borneo Tarakan (UBT). Temuan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum.

banner 728x90

Gubernur Zainal menyebut hasil penelitian tersebut sebagai capaian penting yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi dunia ilmu pengetahuan dan konservasi satwa langka global.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Hiu Gangga yang berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah menjadikan Sungai Sesayap sebagai salah satu habitat strategis yang harus dijaga kelestariannya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Tana Tidung, untuk bangga atas temuan berharga ini,” ujar Zainal.

Menurutnya, temuan tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem sungai agar tetap menjadi ruang hidup yang aman bagi spesies langka tersebut.

Gubernur juga mengimbau para nelayan di wilayah estuari Sungai Sesayap untuk melepaskan kembali Hiu Gangga apabila secara tidak sengaja tertangkap saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

“Mari kita satukan tekad menjaga eksistensi dan kelestarian predator sungai tropis yang sangat eksotis ini agar tidak punah dari muka bumi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara akan memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan Sungai Sesayap untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian satwa langka tersebut.

Upaya ini diharapkan dapat membangun partisipasi aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan melindungi salah satu spesies paling langka di dunia.

banner 728x90
Baca Juga:  Disdikbud Kaltara Layani Legalisir Ijazah Sekolah Tutup