Syafaruddin Thalib Skakmat Oknum DPR RI: Jangan Nyinyiri Investasi Kereta Api Kaltara!

banner 728x90

TANJUNG SELOR – Pegiat media sosial, Syafaruddin Thalib (ST), melontarkan pembelaan keras terhadap langkah Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, dalam menjemput investasi besar. ST menilai sikap responsif Gubernur menyambut investor kereta api merupakan bukti kepemimpinan yang bervisi besar untuk masa depan Bumi Benuanta.

ST menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki keberanian untuk bermimpi dan mewujudkannya melalui aksi nyata. Ia mendukung penuh upaya Gubernur yang membuka pintu bagi infrastruktur strategis demi mendongkrak ekonomi daerah.

banner 728x90

“Pemimpin harus punya mimpi besar. Kalau untuk bermimpi saja tidak mau, lalu bagaimana bisa menghadirkan pembangunan besar untuk rakyat?” cetus ST, Minggu (10/5/2026).

Ia mengaku heran melihat adanya sindiran negatif di media sosial terkait rencana tersebut. ST secara terang-terangan menyentil seorang oknum anggota DPR RI yang ia nilai gagal memahami konteks pembangunan. Menurutnya, kritik seharusnya berbasis data, bukan sekadar “nyinyiran” kosong.

“LSM saja kalau mengkritik pakai data, pakai pembanding, dan penyampaiannya elegan. Dari sini saya jadi tahu bedanya kritik dengan nyinyir. Oknum DPR tersebut justru bersikap kekanak-kanakan,” tegasnya.

Ia meluruskan bahwa proyek kereta api ini murni menggunakan dana investor swasta. Artinya, pembangunan ini sama sekali tidak membebani APBD maupun APBN.

“Konteksnya bukan pemerintah lebih memprioritaskan kereta api, melainkan ada investor yang datang menawarkan modal. Harusnya ini kita dukung, bukan malah dinyinyiri,” tambah ST.

ST juga menepis narasi yang membenturkan proyek kereta api dengan perbaikan jalan di wilayah Krayan. Ia menjamin bahwa Gubernur Zainal Paliwang tetap berjuang keras melobi anggaran pusat untuk menuntaskan akses jalan Malinau–Krayan.

“Jangan seolah-olah memperjuangkan kereta api berarti melupakan jalan Krayan. Beliau berjuang untuk keduanya. Langkah pertama harus mulai sekarang, meski hasilnya mungkin baru terlihat setelah masa jabatan berakhir. Ini murni untuk rakyat,” jelasnya.

Baca Juga:  BPBD Kaltara Tetap Siaga Bantu Pemulihan Pascakebakaran di Nunukan

Investasi Triliunan dan Lapangan Kerja

Sebagai informasi, PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) telah menawarkan investasi fantastis senilai Rp20 hingga Rp25 triliun untuk membangun jaringan kereta api di Kaltara.

Direktur Utama INTRA, Rully Noviandar, memastikan seluruh pembiayaan berasal dari internal perusahaan. Selain memperkuat konektivitas, proyek raksasa ini diproyeksikan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja lokal, yang akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi warga Kalimantan Utara.

banner 728x90